BlogPemilik PropertiDesain Hunian10 Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas
0
0

10 Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas

Dipublikasikan oleh Aodhira Fawwaz Syah dan Diperbarui oleh Aodhira Fawwaz Syah

Mei 4, 2024

7 menit membaca

Copied to clipboard
jenis atap rumah yang tidak panastop-right-banner

Pins, apakah kamu sering merasakan hawa panas yang membuat tidak nyaman di rumah? Padahal sudah seharian di rumah namun tetap keringat mengalir di siang hari. Salah satu penyebab munculnya hawa panas di dalam rumah kamu adalah pancaran matahari yang menembus atap rumah kamu Pins. Pernahkah kamu mencari tahu tentang jenis atap rumah yang tidak panas? Simak artikel ini untuk mengetahui jenis atap rumah yang tidak panas!

Kamu dapat menemukan rumah idaman kamu yang ideal dan nyaman untuk ditempati di rumah baru di Kabupaten Bogor dan di rumah second Kec Bandung. Kamu dapat menggunakan layanan Program KPR Bank untuk menempati rumah barumu dengan kemudahan dalam membayar lunas rumah ke depannya!

Baca juga: 5 Desain Rumah dengan Atap Pelana Klasik

Apa itu Atap Rumah yang Tidak Panas?

jenis atap rumah yang tidak panas
Source : Alderon

Atap rumah yang tidak panas merupakan jenis atap yang dirancang atau dibangun dengan fitur-fitur khusus untuk mengurangi penyerapan panas dari sinar matahari ke dalam bangunan. Tujuannya adalah untuk menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk dan nyaman, terutama pada cuaca panas.

Atap yang tidak panas memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal rumah Pins.

Tips Menciptakan Atap Rumah yang Tidak Panas

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : langit7.id

Penting bagi Pins untuk menciptakan atap rumah yang tidak panas. Sehingga untuk tinggal dan berdiam diri di dalam rumah menjadi nyaman dan tenang tanpa harus bergelut dengan panas. Maka dari itu, ini dia tips untuk kamu dalam menciptakan atap yang tidak panas. Yuk simak apa saja tips nya:

Baca juga: 9 Ide Desain Rumah 1 1/2 Lantai yang Menarik

1. Pilih Material yang Tepat

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : gramedia.com

Salah satu langkah pertama untuk menciptakan atap yang tidak panas adalah memilih material yang tepat. Beberapa material yang lebih efisien dalam menghalangi panas termasuk genteng berwarna terang, logam berlapis reflektif, atau genteng bercoating khusus yang dapat meredam panas. Hindari material berwarna gelap, karena mereka cenderung menyerap lebih banyak panas.

2. Penggunaan Insulasi

Menambahkan insulasi di bawah atap adalah cara lain untuk mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah. Insulasi yang baik akan membantu menjaga suhu di dalam rumah lebih stabil, bahkan pada cuaca panas. Jenis insulasi yang paling umum digunakan adalah serat mineral, busa poliuretan, atau serat selulosa.

Baca juga: Rangka Atap Kayu vs Rangka Atap Baja Ringan

3. Penggunaan Lapisan Penahan Panas

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : blkp.co.id

Lapisan penahan panas seperti membran reflektif atau lapisan khusus yang menghalangi panas dapat diterapkan di bawah genteng atau atap untuk mengurangi panas yang diserap oleh atap. Lapisan ini membantu mengalihkan sinar matahari dan menjaga suhu di dalam rumah tetap nyaman.

4. Ventilasi yang Baik

Ventilasi yang baik adalah faktor penting dalam menjaga suhu di dalam rumah. Pastikan rumah memiliki ventilasi yang cukup, seperti atap berbukaan, jendela atap, atau ventilasi atap yang dirancang khusus. Ventilasi ini akan membantu mengeluarkan panas berlebih dari dalam rumah.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Atap Dek Beton

5. Pemilihan Warna yang Tepat

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : antvklik.com

Warna atap juga berpengaruh pada sejauh mana atap akan menyerap panas. Atap berwarna terang seperti putih, krem, atau abu-abu muda lebih efisien dalam menghalangi panas dibandingkan dengan atap berwarna gelap.

6. Pemasangan yang Benar

Pastikan atap dipasang dengan benar oleh profesional berpengalaman. Pemasangan yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas atap dalam mengurangi panas.

Baca juga: 10 Inspirasi Desain Rumah di Pegunungan

Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas

Musim panas dengan suhu yang melambung tinggi dapat membuat rumah terasa seperti oven, tetapi pilihan atap yang tepat dapat membantu Pins menjaga suhu interior tetap sejuk dan nyaman. Berikut adalah beberapa jenis atap rumah yang tidak panas yang dapat kamu pertimbangkan untuk hunianmu:

1. Atap Metal (Metal Roofing)

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : harga.web.id

Atap metal, seperti atap baja galvanis atau aluminium, berfungsi sebagai pelindung bangunan dari cuaca dan elemen lingkungan, namun mereka memiliki konduktivitas termal tinggi yang membuatnya cenderung menyerap panas. Untuk mengatasi hal ini, beberapa atap metal dilengkapi dengan lapisan reflektif atau penyejuk dan seringkali memerlukan isolasi tambahan untuk menjaga suhu yang nyaman di dalam bangunan serta mencegah panas berlebihan. 

Meskipun demikian, atap metal dapat menjadi pilihan yang efektif jika dikelola dengan baik untuk menghadapi tantangan panas dan sinar matahari, namun perlu perhatian ekstra dalam desain dan instalasinya.

Baca juga: Ini Contoh Potongan Atap Baja Ringan untuk Rumah yang Tepat

2. Atap Tanah Liat

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : brighton.co.id

Atap tanah liat adalah jenis atap terbuat dari tanah liat yang memiliki banyak fungsi. Pertama, atap ini melindungi bangunan dari cuaca buruk seperti hujan, angin, dan sinar UV. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan menahan panas, membantu menjaga suhu dalam bangunan tetap stabil, dan mengurangi kebutuhan energi untuk pemanasan atau pendinginan. 

Keindahan estetika atap tanah liat juga menjadi nilai tambah, meskipun biaya dan beratnya yang lebih tinggi menjadi pertimbangan. Dengan banyaknya manfaat ini, atap tanah liat menjadi pilihan yang populer untuk bangunan yang mencari kombinasi daya tahan, efisiensi energi, dan tampilan yang menarik.

3. Atap Asbes

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : pinhome

Atap asbes adalah jenis atap terbuat dari serat-asbes yang digunakan untuk melindungi bangunan dari cuaca seperti hujan dan angin, tetapi bukan untuk menahan panas. Sebaliknya, atap asbes memiliki konduktivitas panas yang tinggi, sehingga mereka cenderung menyerap panas dari sinar matahari, yang dapat membuat bangunan menjadi panas dan memerlukan pendinginan tambahan untuk menjaga kenyamanan. 

Selain itu, penggunaan asbes dalam atap menghadapi risiko kesehatan serius karena serat asbes yang berpotensi berbahaya. Oleh karena itu, banyak negara telah melarang atau membatasi penggunaan asbes dalam konstruksi dan mengembangkan alternatif yang lebih aman dan efisien termal.

Baca juga: 12 Inspirasi Desain Rumah Tingkat Separuh Belakang

4. Atap Rumbia

Source : grid.id

Atap rumbia, yang terbuat dari tanaman rumbia atau alang-alang, berfungsi sebagai pelindung bangunan dari cuaca seperti hujan dan angin, tetapi bukan sebagai penahan panas yang efektif. Mereka memiliki sifat termal yang sederhana dan lebih cocok untuk menjaga suhu bangunan selama cuaca sejuk daripada saat cuaca panas.

Di daerah tropis, atap rumbia sering digunakan karena kemampuannya untuk memberikan sirkulasi udara alami yang baik dan membantu menjaga kesejukan dalam bangunan, meskipun jika pengendalian panas menjadi prioritas, alternatif modern dengan isolasi termal yang lebih baik dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

5. Atap Aspal Berlapis Reflektif

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : hargaper.com

Atap aspal berlapis reflektif adalah jenis atap yang dilengkapi dengan lapisan reflektif yang dirancang untuk mengurangi penyerapan panas dari sinar matahari. Hal ini membantu menjaga suhu bangunan lebih rendah selama cuaca panas dan berkontribusi pada efisiensi energi.

Baca juga: 5 Desain Kamar Tidur Atap Kaca yang Unik

6. Atap Kaca Transparan

Atap kaca transparan adalah atap terbuat dari bahan kaca bening. Ini digunakan untuk memungkinkan pencahayaan alami dan pemandangan luar ruangan. Atap kaca transparan sering ditemukan dalam desain bangunan komersial dan residensial. Mereka menciptakan suasana terang, terbuka, dan terhubung dengan alam serta meningkatkan estetika bangunan.

7. Atap Sirap

Source : langit7.id

Atap sirap adalah atap logam yang terbuat dari lembaran seng atau campuran seng. Fungsi utamanya adalah melindungi bangunan dari cuaca. Namun, atap sirap tidak secara alami menahan panas, karena mereka memiliki konduktivitas termal tinggi yang bisa menyebabkan bangunan menjadi panas saat cuaca cerah.

Untuk mengatasi masalah ini, sering diperlukan isolasi termal tambahan atau lapisan penahan panas di bawah atap sirap.

Baca juga: 5 Tips Desain Atap Rumah Terbaik Untuk Kamu

8. Atap Hijau

 jenis atap rumah yang tidak panas
Source : elanoliving.com

Atap hijau, juga dikenal sebagai atap vegetasi, adalah atap yang ditutupi dengan tanaman hidup. Fungsi utamanya adalah mengurangi panas dalam bangunan. Tanaman di atas atap hijau berperan sebagai lapisan isolasi alami, mengurangi penyerapan panas dan menjaga suhu stabil.

Selain itu, tanaman menyerap panas matahari dan menciptakan sirkulasi udara yang membantu menghilangkan panas berlebihan, menjadikannya solusi yang ramah lingkungan dan efektif untuk menahan panas.

9. Atap Seng

Source : DrexelMetals

Rekomendasi jenis atap rumah yang tidak panas kesembilan adalah atap seng. Atap yang terbuat dari seng mampu menahan panas dengan baik sehingga dapat membuat ruangan menjadi lebih hangat. Tetapi kekurangannya ketika hujan akan memunculkan suara yang cukup berisik.

Untuk pemasangannya jenis atap ini termasuk mudah karena tidak memerlukan banyak rangka, hanya membutuhkan paku untuk menyatukannya pada rangka. Kekurangannya atap jenis seng ini sangat mudah berkarat dan tidak baik untuk kesehatan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: 5 Peredam Panas Atap Seng Sederhana dan Ampuh

10. Atap Keramik

Source : ArchDaily

Rekomendasi jenis atap rumah yang tidak panas terakhir adalah atap keramik. Atap keramik mampu memberikan rumah dengan kesan mewah dan finishing glazur estetis. Jenis atap ini terbuat dari keramik yang pada saat pemasangannya harus menggunakan baut agar dapat mengait secara interlock dengan kencang di atap.

Atap keramik ini termasuk atap yang awet, tahan api, minim perawatan, dan ramah lingkungan. Kekurangannya atap kamu akan lebih mudah pecah, kurang tahan angin, dan tidak cocok digunakan pada rumah yang memiliki kemiringan lebih dari 30 derajat.

Itu saja yang bisa disampaikan terkait jenis atap rumah yang tidak panas. Semoga artikel ini membantu kamu ya Pins!

Baca juga: 

Feature Source Image: KpsSteel


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Cek properti pilihan kami Orchard Village dan temukan keunggulan, fasilitas menarik dan promo menguntungkan lainnya cuma di Pinhome! Cari tahu juga tips penting persiapan beli rumah dan KPR di Property Academy by Pinhome.

Hanya Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download